Senin, 06 Februari 2017

Keresahan di Dewasa Muda



Sepertinya selalu ada keresahan di tiap fase kehidupan kita.
(Jika kamu membaca 'kita' kemudian langsung nyaut dalam hati 'Kita? Lo aja kali, gue nggak' atau 'Kita? Lo aja kali sama temen-temen lo' saya berharap kamu masih diterima dengan baik di pergaulan.) 

Ketika masih SD, tentu keresahan yang sering terjadi dan udah kita ketahui bersama adalah buang air besar di sekolah. Entah bagaimana proses mental dan kondisi lingkungan saat itu memang membuat seolah-olah proses alamiah tersebut menjadi hal yang memalukan dan tak pantas bagi seseorang yang ingin memiliki derajat sosial lebih tinggi dibanding anak yang lain. Selalu ada rasa insecure ketika balik masuk kelas setelah dari kamar mandi dan ngeliat gelagat temen-temen yang seakan mulai menebak-nebak ditambah dengan gesture mengendus-endus.



Sabtu, 27 Februari 2016

Di Balik Bontang, Suara Ayam, & Isyana Sarasvati: itavsaraS anaysI &, mayA arauS, gnatnoB

Setiap mahasiswa punya momen-momen indah selama kuliah.
Ada yang karena dapet IP tinggi, dapet pacar, atau dapet pesan dari akademik kalo kelas diliburkan. (Ingat, di balik kelas yang diliburkan ada kelas pengganti. Dan sebaik-baiknya kelas adalah bukan kelas pengganti.)
Bagi saya, momen terindah selama kuliah ialah: libur kuliah.

Bicara tentang libur kuliah, udah menjadi tabiat saya untuk pulang kampung. Alasannya jelas, saya rindu keluarga. Salah satu hal yang paling saya rindukan ialah salim tangan orang tua ketika baru sampe rumah. Hal yang tentu mustahil dilakukan ketika sedang pergi merantau kuliah, kecuali temen kos-kosan udah kamu anggap seperti orang tua sendiri. Seperti biasa, sebelum pulang kampung saya menyusun rencana-rencana sungguh asik dan berfaedah yang mau dilakuin selama liburan. Dan seperti biasa juga, rencana hanyalah rencana, ujung-ujungya cuma males-malesan dan bangun siang. Begitulah hidup, kita yang merencanakan, tapi Tuhan yang menentukan. (Saya anaknya emang positive thinking banget.)

Minggu, 03 Januari 2016

Buanglah Keluhan pada Tempatnya

Saya ingin mengawali 2016 di blog ini dengan mengeluh. Mungkin bukan cara yang baik untuk memulai tahun baru, tapi menjadikan keluhan atau keresahan sebagai formula menulis selalu menarik. Sebenernya udah ingin ditulis sejak 2015, namun karena alasan satu dan lain hal males dan nggak ada kuota internet , baru kesampean sekarang. Saya memilih blog sebagai platform untuk mengeluh karena saya memberikan kesempatan bagi orang lain untuk membacanya atau nggak sama sekali. Ya, saya sepengertian itu. Najis.

Sebagai jamaah media sosial dan aplikasi komunikasi yang taat, sedikit banyak saya mengamati perilaku-perilaku pengguna lain. Ya, enggak semua pengguna punya cara dan maksud yang sama dalam menggunakannya. Ibarat olahraga futsal, ada yang main karena memang udah hobi, sekedar ikut ngeramein, atau hanya ingin show off depan pacar. Kalo menilai diri sendiri, saya make media sosial hanya untuk caper nyari hiburan dan berbagi informasi. Entah bagaimana dengan pengguna lain, namun ada beberapa hal yang membuat saya berpikir kenapa-gitu-amat-deh. Mari dibahas!