Senin, 16 Juli 2018

Jalanan Jakarta

Saya mikir-mikir untuk bawa kendaraan pribadi ke Jakarta. Alasannya tentu karena macet. Saya belum siap berada dalam situasi di mana jarak ke tempat tujuan tinggal 200 meter, tapi bisa kena macet sampai 2 jam. Akhirnya saya kemana-mana pakai transportasi umum. Bukan berarti bisa lebih cepat sampai tujuan, tapi setidaknya bukan saya yang harus nyetir. Atau setidaknya, bukan saya yang harus mengumpat kalau spion diserempet kendaraan lain. Kadang juga saya berharap di Jakarta ada alat transportasi jetpack. Tinggal pencet tombol kiri, kanan, L1, L2, R1, R2, atas, bawah, kiri, dan kanan lalu terbang. Kalau jetpack nggak memungkinkan, ya minimal drone yang bisa ngangkut orang.

Senin, 09 Juli 2018

Jawaban Tuhan

Bulan April lalu saya lagi harap-harap cemas. Berharap bisa segera dapat kerja dan cemas karena udah sebulan belum ada panggilan apa-apa. Rasanya tiap kali ketemu orang, saya pengen mengenalkan diri dengan bilang, "Nama saya Ibrahim, tapi saya lebih suka dipanggil kerja". Pada akhirnya saya coba banyak berdoa. Dan di dalam doa, ada satu hal khusus yang saya minta; dapat kerja di Bandung. Biar bisa dekat keluarga. Pengennya juga dekat dengan calon mertua, tapi apa daya belum punya. 

Jumat, 30 Maret 2018

Alasan untuk Nggak Banyak Alasan

Saya sedang menulis project yang mau dikerjakan saat lagi menunggu makan malam dihidangkan di salah satu rumah makan di Bandung. Saya menulisnya dalam format poin-poin sederhana di notes handphone. Sejak laptop saya tombol huruf-hurufnya rusak, saya jadi membiasakan diri menulis apa-apa di handphone. Selain karena lebih praktis, handphone juga alat yang akan selalu saya genggam dan lihat tiap harinya. Walaupun biasanya yang dicek hanya chat Line, Twitter, dan foto-foto Dua Lipa di Instagram. (Informasi aja, Dua Lipa tiap hari upload foto baru. Kalo kamu nggak follow dia di Instagram, saya nggak tau kamu punya masalah hidup apa...)

Selesai menulis poin-poin, saya kaget menyadari ternyata banyak project pribadi yang ingin saya kerjakan di tahun 2018. Saya memang bercita-cita kelak bisa hidup dari karya-karya yang saya buat. Mulai dari karya tulis, video, dan podcast. Saya berencana untuk merintisnya dari sekarang. Di tahun 2018 ini saya juga ingin mencoba belajar banyak hal baru. Bukan karena ambisius, tapi karena sekarang saya masih nganggur.