Kamis, 22 Maret 2018

Harga Sebuah Karya

Hari itu saya dan dua orang teman lagi ngerjain video iklan di sebuah cafe. Namanya Dipta dan Putra. Kami udah saling kenal sejak SMA. Pas kuliah, saya dan Dipta masuk ke satu kampus yang sama, sementara Putra di kampus yang berbeda. Walaupun gitu, saya dan Putra tetep berhubungan baik. Putra sering ngajakin main game ke rumahnya dan selalu menyuguhkan makanan. Biasanya saya juga minta dibungkus.

Di sela-sela break karena mesti nge-charge batre kamera, kami duduk santai di halaman depan cafe. Saya dan Putra duduk berhadapan di satu meja sementara Dipta duduk terpisah di meja lain sambil ngerokok. Mungkin Dipta ingin menghargai kami yang nggak merokok dengan menjaga jarak. Mungkin di pikiran Dipta, "Jangan sampai asap rokok ini mencemari oksigen yang temen-temenku hirup. Biar aku aja yang tercemar. Biar aku!"

Kamis, 15 Maret 2018

Menjadi Batman

Salah satu cita-cita saya jadi Batman. Iya, kamu nggak salah baca kok. Laki-laki yang udah berumur 23 tahun ini emang mengidolai Batman dari kecil. Kenapa? Alasan sederhananya karena kostum Batman warnanya hitam. Laki-laki dengan pakaian serba hitam itu nggak pernah salah. Tampak lebih gagah, elegan, dan yang paling penting ketika punggung basah karena keringetan, orang-orang nggak tau.

Laki-laki dan warna hitam emang nggak pernah salah, tapi kalo warna hitam ini dipake untuk background instastory, lalu terdengar sayup-sayup lagu galau ditambah beberapa penggal kalimat warna putih ditulis kecil... ya goodluck aja deh capernya.

Selasa, 09 Januari 2018

350-an Hari di 2018

Apakah cuma saya di sini yang merasa penting punya resolusi di awal tahun? 

Saya bertanya ke beberapa teman dan jawaban mereka kurang lebih sama, resolusi itu hanya seperti angin lalu. Awal tahun dibuat, akhir Januari udah lupa. Baru sebulan, resolusi udah kadaluwarsa. Saya tau mereka ada benernya, toh saya pun juga merasakan itu. Awal tahun rasanya menggebu-gebu ingin begini begitu, lalu ketika bertemu dengan Senin yang mana hari pertama masuk kuliah atau kerja, resolusi itu seakan lenyap seiring status 'back to reality' muncul di mana-mana. Yang terngiang di kepala hanya, kembalikan waktu libur kami! Ya maklum, resolusi dibuat ketika lagi libur tahun baru. Biasanya sesuatu emang terasa lebih menarik ketika belum dikerjain.