Sebagai jamaah media sosial dan aplikasi komunikasi yang taat, sedikit banyak saya mengamati perilaku-perilaku pengguna lain. Ya, enggak semua pengguna punya cara dan maksud yang sama dalam menggunakannya. Ibarat olahraga futsal, ada yang main karena memang udah hobi, sekedar ikut ngeramein, atau hanya ingin show off depan pacar. Kalo menilai diri sendiri, saya make media sosial hanya untuk
Minggu, 03 Januari 2016
Buanglah Keluhan pada Tempatnya
Saya ingin mengawali 2016 di blog ini dengan mengeluh. Mungkin bukan cara yang baik untuk memulai tahun baru, tapi menjadikan keluhan atau keresahan sebagai formula menulis selalu menarik. Sebenernya udah ingin ditulis sejak 2015, namun karena alasan satu dan lain hal males dan nggak ada kuota internet , baru kesampean sekarang. Saya memilih blog sebagai platform untuk mengeluh karena saya memberikan kesempatan bagi orang lain untuk membacanya atau nggak sama sekali. Ya, saya sepengertian itu. Najis.
Sebagai jamaah media sosial dan aplikasi komunikasi yang taat, sedikit banyak saya mengamati perilaku-perilaku pengguna lain. Ya, enggak semua pengguna punya cara dan maksud yang sama dalam menggunakannya. Ibarat olahraga futsal, ada yang main karena memang udah hobi, sekedar ikut ngeramein, atau hanya ingin show off depan pacar. Kalo menilai diri sendiri, saya make media sosial hanya untukcaper nyari hiburan dan berbagi informasi. Entah bagaimana dengan pengguna lain, namun ada beberapa hal yang membuat saya berpikir kenapa-gitu-amat-deh. Mari dibahas!
Sebagai jamaah media sosial dan aplikasi komunikasi yang taat, sedikit banyak saya mengamati perilaku-perilaku pengguna lain. Ya, enggak semua pengguna punya cara dan maksud yang sama dalam menggunakannya. Ibarat olahraga futsal, ada yang main karena memang udah hobi, sekedar ikut ngeramein, atau hanya ingin show off depan pacar. Kalo menilai diri sendiri, saya make media sosial hanya untuk
Kamis, 29 Oktober 2015
Makan Sendiri
(Sebelumnya, jika kamu membaca tulisan ini dengan harapan untuk dapet referensi tempat makan yang enak atau dapet informasi mengenai layanan jasa antar makanan, maka saya persilakan untuk tidak melanjutkan membaca tulisan ini.)
(Oke, jika kamu sebenarnya memang mengharapkan untuk dapet referensi tempat makan yang enak atau dapet informasi mengenai layanan jasa antar makanan, namun tetap penasaran untuk membaca tulisan ini, silakan dilanjutkan membacanya.)
(Hmm sebenarnya dua kalimat di atas cuma untuk basa-basi supaya tulisan kali ini terlihat panjang.)
Selasa, 26 Mei 2015
Happy Ending
Apa yang teman-teman harapkan ketika sedang membaca novel ataupun menonton film? Kalo saya tentu cerita yang menarik dan akhir yang bahagia. Kali ini saya ingin menggaris bawahi akhir yang bahagia atau happy ending.
Hidup kita layaknya novel dan film. Ada sebuah awal, ada drama-dramaan, dan tentu ada akhir. Namun bedanya dengan novel ataupun film, kita tidak bisa menentukan sendiri seperti apa akhir dari hidup kita ini. Dalam konteks ini, akhir dari hidup saya sebut sebagai kematian. Ya, siapa yang tau 'ending' dari hidup kita ini?
Kita sendiri nggak tau kapan ending dari masing-masing cerita kita. Di lain sisi tentulah kita ingin memiliki ending yang bahagia. Lalu bagaimana kita bisa membuat ending yang bahagia untuk masing-masing cerita kita?
Ya, lakukanlah segala sesuatu dengan bahagia. Kerjakan segala sesuatu yang membuatmu bahagia. Jangan pernah lupa untuk bahagia. Entah mengapa kita, dan juga saya, harus memilih untuk merasa sedih atau malas-malasan untuk mengerjakan sesuatu, jika selalu ada opsi untuk menjadi bahagia. Menjadi bahagia atau nggak itu akan selalu menjadi pilihan. Jadi, jika kita selalu bahagia, kapanpun ending itu datang, tentu akan menjadi happy ending.
Langganan:
Postingan (Atom)
